Agenda Paroki

S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1

Login Email

We have 18 guests online
HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS PDF Print
Renungan

 

 

YESUS HADIR DALAM EKARISTI: DAGINGKU BENAR-BENAR MAKANAN DARAHKU BENAR-BENAR MINUMAN

 

Bacaan LiturgiUl. 8:2-3,14b-16aMzm. 147:12-13,14-15,19-201Kor. 10:16-17; Yoh. 6:51-58

 

Saudari-saudara sekalian, kita jumpa lagi dalam hari Minggu ke-11. Hari ini kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Pada hari ini kita diajak untuk menyadari dan mensyukuri setiap kali kita menghadiri Ekaristi dan menerima komuni suci. Ketika kita menerima komuni suci, kita bukan hanya menerima roti seperti kalau kita menerima hadiah ulang tahun atau ketika kita menerima oleh-oleh dari Holland Bakery ataupun Delicious ataupun Roti Boy ataupun roti yang enak dan mahal harganya. Hosti yang kita terima dalam komuni tidak bisa diganti dengan roti tawar, kue-kue ataupun makanan-makanan tradisional dari beras, terigu, ataupun tepung gandum sekalipun. Hosti yang kita terima dalam Ekaristi, dibuat secara khusus dari tepung gandum tanpa ragi. Oleh kehendak Kristus sendiri yang diulangi oleh imam dalam Konsekrasi Ekaristi; roti buatan tangan manusia itu dijadikan Tubuh Kristus sendiri. Jadi kalau yang kita terima adalah Kristus sendiri, sudah tentulah ada konsekwensi yang harus kita ikuti baik dalam persiapan maupun sesudah menerimanya: Gereja mengajar kita agar setidak-tidaknya mengaku dosa setahun sekali sebelum sambiut Paskah, Gereja mengajarkan bahwa kalau kita berdosa berat maka tidak diperkenankan menyambut komuni sebelum mengaku dosa, Gereja mengajarkan supaya kita mencari kesempatan secepatnya jika kita melakukan dosa-dosa kecil. Gereja mengajak kita untuk sesering mungkin menerima komuni dan tentu sesering mungkin menerima sakramen tobat sebagai persiapannya. Menerima komuni berarti menerima dan bersatu dengan Kristus, membawa konsekwensi bahwa semakin bersatu dengan Kristus seharusnya semakin menyerupi Kristus, semakin menghasilkan buah-buah karunia cinta kasih Kristus.

Last Updated on Sunday, 18 June 2017 09:58
Read more...
 
HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS PDF Print
Renungan

 

 

TERPUJILAH ALLAH BAPA, PUTERA, DAN ROH KUDUS KARENA BESARLAH KASIH SETIANYA BAGI KITA

 

Bacaan Liturgi : Kel. 34:4b-6,8-9; MT Dan. 3:52,53,54,55,562Kor. 13:11-13Yoh. 3:16-18 

 

 

Saudari-saudara sekalian, kita berjumpa pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Rangkaian perayaan Paska mengajak kita untuk memahami dan meresapkan karya penyelamatan Allah atas kita manusia. Allah yang menciptakan manusia bersama dengan bumi dan seluruh isinya menghendaki seluruh ciptaan-Nya baik adanya. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa yang membuat manusia itu sengsara, yakni jauh dari kebahagiaan Allah; Allah merancangkan karya keselamatan dengan mengutus Putera-Nya sendiri. Melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya, Sang Putera Allah Yesus Kristus memenkuhi janji keselamatan Allah itu. Kedatangan Roh Kudus yakni Roh Penolong yang dijanjikan oleh Yesus sebelum pemuliaan-Nya ke sorga, melengkapi dan melanjutkan karya keselamatan tersebut dalam diri para beriman untuk seterusnya dan sepanjang seagala masa. Perayaan hari ini mengajak kita menyadari dan mengimani kasih Allah yang luar biasa besar kepada kita manusia. Kasih Allah itu sudah ada sejak awal mula, semakin nyata dalam diri Yesus Kristus dan kasih-Nya itu tetap kekal bersama kita lewat Roh Kudus yang diutus.

 

Bacaan pertama hari ini mengisahkan bagaimana Musa mengalami perjumpaan dengan Tuhan di dalam percakapan kasih-Nya. Tuhan menyapa Musa sambil berseru: “Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya!”

Last Updated on Friday, 09 June 2017 15:28
Read more...
 
HARI RAYA PENTAKOSTA PDF Print
Renungan

MEREKA PENUH ROH KUDUS DAN MULAI BERBICARA

 

Bacaan Liturgi : Kis. 2:1-11Mzm. 104:1ab,24ac,29bc-30,31,341Kor. 12:3b-7,12-13Yoh. 20:19-23

 

 

Saudari-saudara sekalian, hari ini kita merayakan Hari raya Pentakosta ataupun hari turun-Nya Roh Kudus atas para Rasul. Hari ini juga sering disebut sebagai hari kelahiran Gereja. Ya, Gereja yang dipersiapkan oleh Tuhan Yesus seperti dalam kandungan: mendapatkan nutrisi melalui sabda dan karya serta mukjizat-mukjizat dan teristimewa peristiwa kebangkitan Yesus; dalam kehadiran Roh Kudus, Gereja Perdana ataupun para rasul dan para murid pertama menjadi hidup dan mulai beraktivitas.  Dulu seperti bayi dikumpulkan dan menerima makan dan minum dari Yesus, kini mereka siap dan mulai melaksanakan perutusan dan bertindak menjangkau semua pihak untuk mengajarkan khabar sukacita bagi semua orang. 

 

Bacaan pertama mengisahkan bagaimana para rasul dalam kepenuhan Roh Kudus mulai berkata-kata dalam bahasa lain seperti yang diilhamkan Roh itu kepada mereka dan mereka pun menjangkau setiap orang dari pelbagai suku bangsa dan bahasa yang ada di perkumpulan itu: “..kita semua mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah” (Kis 2:11b). Rasul Paulus dalam bacaan kedua menegaskan bahwa ada banyak karunia, bukan hanya karunia berbicara tetapi rupa-rupa karunia, dan dimiliki oleh masing-masing rasul secara berbeda; namun berasal dari Roh yang satu dan sama, untuk kepentingan bersama (bdk.: 1 Kor 12: 6-7). Bacaan Injil hari ini mengkisahkan bagaimana Yesus memberi “Salam Damai” kepada para murid-Nya, kemudian mengutus mereka dan mengembusi mereka dengan Roh Kudus. Dalam Roh Kudus itu mereka diberi kuasa untuk mengampuni atau menyatakan dosa orang tetap ada (Yoh 20:23). Dari bacaan-bacaan ini kita bisa melihat bahwa dalam Roh Kudus Tuhan memberikan kuasa kepada para murid yang disertai dengan pelbagai karunia. Kuasa itu diberikan bukan untuk kepentingan mereka pribadi atau untuk main kuasa atau unjuk kebolehan melainkan untuk kepentingan bersama sebagai tanggungjawab atas satu kesatuan “Tubuh Kristus”.

Last Updated on Saturday, 03 June 2017 09:47
Read more...
 
HARI MINGGU PASKAH KE- VII PDF Print
Renungan

JANGAN TAKUT, AKU BESERTAMU”: KOMUNIKASIKAN HARAPAN DAN IMAN

 

Bacaan Liturgi :  Kis. 1:12-14Mzm. 27:1,4,7-8a1Ptr. 4:13-16Yoh. 17:1-11a

 

 

Saudari-saudara sekalian, kita jumpa lagi di Hari Minggu Paska ke-7. Minggu ini juga dirayakan sebagai Hari Komunikasi Sedunia. Bacaan Injil hari ini menyampaikan kepada kita doa Yesus dan harapan Yesus atas murid-murid-Nya sesudah Ia dimuliakan ke dalam sorga. Yesus berdoa agar para murid yang telah dididik-Nya dan telah mengenal Dia, mengenal Bapa dan percaya kepada-Nya senantiasa dipelihara oleh Bapa supaya mereka akan menghidupi dan melanjutkan pewartaan karya keselamatan Allah bagi dunia di tengah dunia. Demikianlah seperti dalam bacaan pertama, setelah Yesus naik ke sorga, para murid lebih sering berkumpul dalam paguyuban. Mereka bertekun dalam doa dan tinggal bersama. Bahkan dalam bacaan kedua disampaikan bagaimana semangat kemudian mereka berkobar. Dengan sukacita dan berani mereka mewartakan Injil. Semangat mereka jelas. “Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri, penjahat atau pengacau. Tetapi, jika kamu harus menderita sebagai orang Kristen, janganlah malu karena itu. Malah kamu harus memuliakan Allah dalam nama Kristus itu”, demikian nasehat Petrus.  

Last Updated on Saturday, 27 May 2017 09:52
Read more...
 
HARI MINGGU PASKAH VI PDF Print
Renungan

JIKALAU KAMU MENGASIHI AKU, KAMU AKAN MENURUTI SEGALA PERINTAHKU

 

Bacaan Liturgi : Kis. 8:5-8,14-17; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a,16,20; 1Ptr. 3:15-18; Yoh. 14:15-21

 

 

Love-For-Jesus

 

Saudari-saudara yang terasih, hari ini kita merayakan Hari Minggu Paska ke-6. Bacaan-bacaan pada hari Minggu Paska ke-6 menceritakan bagaimana para murid Yesus melakukan perintah Yesus, perbuatan-perbuatan ajaib pun terjadi di antara mereka, dan karya mereka menghasilkan banyak buah dengan banyak orang yang percaya dan bergabung dengan mereka.  Namun jangan salah. Mereka berkarya bukan sekedar mencari anggota apalagi mencari popularitas demi mendapatkan banyak pendukung. Para murid berkarya karena mereka mengasihi Kristus. Para murid mempertanggungjawabkan kehidupan iman mereka kepada Kristus yakni menghayati dan mewartakan khabar sukacita Injil tentang karya keselamatan Allah. Allah begitu mencintai manusia dan menghendaki agar manusia selamat. Untuk itu manusia harus bertobat. Karya pertanggungjawaban dan karya pertobatan ini, menurut Petrus, harus dilaksanakan bukan dengan kekerasan tetapi dengan lemah lembut: “Tetapi semua itu haruslah kamu lakukan dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, yang saleh di dalam Kristus” (1 Ptr 3:15-16).

Last Updated on Sunday, 21 May 2017 09:42
Read more...
 
« StartPrev123NextEnd »

Page 1 of 3


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.