Agenda Paroki

S M T W T F S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6

Login Email

We have 71 guests online
HARI MINGGU PASKAH II Hari Minggu Kerahiman Ilahi PDF Print
Renungan

 

 

ALLAH YANG KUDUS, KUDUS DAN BERKUASA, KUDUS DAN KEKAL,
KASIHANILAH KAMI DAN SELURUH DUNIA
 
Bacaan Liturgi : Kis. 2:42-47; Mzm. 118:2-4,13-15,22-24; 1Ptr. 1:3-9; Yoh. 20:19-31
 
Apostolos-da-Divina-Misericordia

 

Saudari-saudara, hari ini kita merayakan Hari Minggu Paskah Kedua. Sejak tahun 2000, hari Minggu Paskah Kedua ditetapkan sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Beginilah kroniloginya: 30 April 2000: Kanonisasi S. Faustina oleh Sri Paus Yohanes Paulus II, sekaligus diumumkan bahwa Hari Minggu Paskah II adalah Hari Minggu Kerahiman Ilahi, dan Gereja Katolik di seluruh dunia diminta merayakannya. Dekrit Misericos et Miserator, diterbitkan tgl 5 Mei 2000 oleh Kongregasi Ibadat dan Sakramen (Vatican): Memutuskan supaya Minggu Paskah II dikhususkan sebagai hari untuk mengenang karunia-karunia rahmat Bapa Yang Maharahim, dan menamakan hari Minggu ini: “Minggu Kerahiman Ilahi”. Tgl 29 Juni 2002 Kongregasi Ibadat dan Sakramen (Vatican) menerbitkan Dekrit Apostolic Penitensiary: Menentukan indulgensi-indulgensi yang terkait dengan devosi untuk menghormati Kerahiman Ilahi. Tgl 02 April 2005: Pesan terakhir Paus Yohanes Paulus II kepada dunia, yang diumumkan tak lama setelah ia wafat, berbunyi: “Dunia perlu memahami dan menyambut Kerahiman Ilahi”.Pesan ini diumumkan pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi 2005, hari wafatnya.

 Wikipedia Indonesia mencatat: Kerahiman Ilahi adalah sebuah devosi Katolik kepada cinta belas kasihan Allah dan keinginan untuk membiarkan cinta dan rahmat tersebut mengalir melalui hati seseorang terhadap orang-orang yang membutuhkan. Devosi ini terkait dengan penampakan Yesus yang diterima Santa Maria Faustina Kowalska (1905–1938), yang dikenal sebagai Rasul Kerahiman Ilahi. Tiga tema utama devosi ini adalah untuk meminta dan mendapatkan kerahiman Allah, untuk percaya kepada rahmat Kristus yang berlimpah, dan akhirnya untuk menunjukkan kerahiman kepada sesama dan bertindak sebagi saluran untuk kemurahan Allah terhadap mereka. Devosi menekankan pada penghormatan gambar Kerahiman Ilahi yang dilaporkan Faustina sebagai penampakan Yesus ketika ia sedang berada di selnya di biara. Gambar ini ditampilkan dan dihormati oleh umat Katolik, dan secara kudus dan khusus diberkati pada Minggu Kerahiman Ilahi. Devosi ini meliputi doa khusus seperti Koronka Kerahiman Ilahi dan kontemplasi Gambar Kerahiman Ilahi. Devosi Kerahiman Ilahi diikuti oleh lebih dari 100 juta umat Katolik, dan juga diakui serta dirayakan dalam Komunitas Anglikan.

 Paus Yohanes Paulus II, yang sering disebut Paus Kerahiman, pada homili tanggal 17 Agustus 2002 menyatakan bahwa dunia di saat ini sangat membutuhkan Kerahiman Ilahi. Kerahiman Ilahi dibutuhkan untuk menolong orang-orang yang menjadi korban keganasan kuasa dosa yang merasuk di hati banyak orang. Namun lebih dari itu semua kerahiman Ilahi amat dibutuhkan untuk mengubah pikiran dan hati manusia agar mengarahkan kembali orientasi hidupnya pada upaya menegakkan damai dan kasih di dalam kehidupan bersama. Ketika bangsa manusia sudah tidak dapat menolong dirinya sendiri untuk keluar dari carut marut kehidupan yang penuh kedosaan, kerahiman Ilahi menjadi rahmat yang semakin dibutuhkan.

 Pesta Kerahiman Ilahi menurut wahyu wahyu Yesus kepada Sr Faustina harus didahului dengan Novena: “Novena Kerahiman Ilahi yang diperintahkan Yesus supaya kutulis dan kulaksanakan sebelum Pesta Kerahiman Ilahi. Novena ini dimulai pada Jumat Agung” Sabda Tuhan Yesus kepada Santa Faustina: “Aku menghendaki agar selama sembilan hari ini engkau membawa jiwa-jiwa ke mata air kerahiman-Ku, supaya mereka menimba dari sana kekuatan dan kesegaran serta rahmat apapun yang mereka butuhkandalam menghadapi kerasnya hidup dan, khususnya pada saat kematian.Setiap hari, hendaknya engkau mengantar sekelompok jiwa yang berbeda kepada HatiKu.Hendaknya engkau membenamkan mereka di dalam lautan kerahiman-Ku,dan Aku akan membawa semua jiwa ini masuk ke rumah BapaKu.Engkau akan melakukan ini dalam kehidupan ini dan dalam kehidupan yang akan datang.Aku tidak akan menolak apapun dari jiwa yang engkau bawa ke mata air kerahimanKu.Demi kekuatan sengsaraKu yang pedih, setiap hari hendaknya engkau minta kepada BapaKu rahmat bagi jiwa jiwa ini .”(Buku Harian Faustina 1209).

               Paroki BHK juga mengadakan Novena Kerahiman Ilahi mulai dari Jumat Agung, dilaksanakan setiap hari jam 14.30 menuju jam 15.00 jam kematian Yesus. Tahun ini diikuti oleh rata-rata 80 orang pada hari biasa dan 200 orang pada hari Sabtu dan Minggu. Semoga Tahun depan lebih banyak: banyak yang berdoa, banyak yang menerima dan merasakan kerahiman Tuhan terutama mereka yang didoakan. (rm pur msc – dari berbagai sumber).

Last Updated on Saturday, 22 April 2017 17:30
 
Hari Minggu Biasa ke VIII - Februari 2017 PDF Print
Renungan

HIDUP DALAM PENYENGGARAAN ILAHI

 

Bacaan Liturgi : Yes. 49:14-15; Mzm. 62:2-3,6-7,8-9ab; 1Kor. 4:1-5; Mat. 6:24-34

 

 

Gods Strength

 

Saudari-saudara sekalian, hari ini kita merayakan Hari Minggu Biasa ke-8. Jika pada minggu yang lalu kita diajak untuk ‘mengasihi musuh’ ataupun mencintai lebih daripada kecenderungan untuk menjadi ‘cinta diri’ alias egois karena diri kita adalah Bait Allah dan demikian diri kita adalah milik Allah; pada hari ini kita diajak untuk menyadari bahwa semua milik kita sesungguhnya adalah milik Allah yang dipercayakan kepada kita agar kita dapat mengabdi kepada Allah. Dalam budaya konsumerisme di era sekularisme hal mengabdi Allah secara total sungguh mendapatkan tantangan. Orang cenderung menghargai yang kelihatan. Berkat Allah juga dirasakan di dalam yang kelihatan: kesejahteraan, kesehatan, umur panjang, kekayaan dsb. Kitapun sering berdoa agar kita diberi umur panjang, damai sejahtera, kekayaan dan kesuksesan. Jika terkabul kita bersyukur, jika tidak terkabul kita kecewa. Dalam kegagalan kita cenderung mempertanyakan Tuhan, dalam keberhasilan sering kita berhenti pada keberhasilan dan kesuksesan usaha-usaha kita. Sudah baik jika kita bisa bersujud mengucap syukur kepada Tuhan atas keberhasilan-keberhasilan; namun kita diajak untuk menjadi lebih beriman dengan bertanya dan malaksanakan apa yang dikehendaki Tuhan juga dengan keberhasilan-keberhasilan itu.

Last Updated on Sunday, 26 February 2017 10:56
Read more...
 
Rangkaian Foto Kegiatan Paroki BHK Kemakmuran bulan Agustus 2016 PDF Print
Liputan

Rangkaian Foto Kegiatan Paroki BHK Kemakmuran bulan Agustus 2016

20160827 190700

 

Pada bulan Agustus 2016 kemarin, gereja BHK Kemakmuran merayakan beberapa peristiwa penting diantaranya misa dan upacara serta perlombaan 17 Agustus 2016 dan pesta imamat Romo Susilo Suwarna MSC yang ke 50 yang juga dirayakan dengan misa yang dimpimpin oleh Uskup Agung Mgr. Ignatius Suharyo. Berikut adalah rangkaian foto-foto kemeriahan peristiwa tersebut.

Last Updated on Monday, 26 September 2016 15:28
Read more...
 
Rekreasi Bersama Tata Laksana Paroki BHK PDF Print
Liputan

Rekreasi Bersama Petugas Tata Laksana Paroki BHK Kemakmuran

 

IMG-20160913-WA0001

 

Hari Senin 12 September 2016 lalu, bertepatan dengan hari raya Idul Adha, komunitas petugas Tata Laksana mengadakan rekreasi ke Pantai Ancol Jakarta Utara. Dengan peserta sebanyak kurang lebih 25 orang, mereka menuju ke Ancol sekitar pukul setengah 6 pagi untuk berolahraga bersama.

Last Updated on Monday, 26 September 2016 14:35
Read more...
 
HARI MINGGU BIASA KE XXI - AGUSTUS 2016 PDF Print
Renungan

BERJUANG MELALUI PINTU YANG SEMPIT

 

Bacaan Liturgi : Yes. 66:18-21;  Ibr. 12:5-7,11-13; Luk. 13:22-30.

 

pintu-yang-sempit

 

Butet dan Owi berhasil mengembalikan tradisi emas olimpiade di cabang bulutangkis. Itulah satu-satunya emas yang diperoleh kontingen Indonesia di ajang perhelatan akbar tingkat dunia itu. Pantaslah hampir semua channel tv menyiarkan detik-detik emas Indonesia itu. Semua warga bangga, banyak orang mungkin tertarik dan ingin menjadi atlet bulutangkis yang sukses seperti mereka.  Keberhasilan ataupun prestasi dalam bidang apa saja selalu menarik perhatian, membanggakan dan menginspirasi untuk mencapai hal yang sama. Semua juga tahu bahwa untuk bisa sampai kepada prestasi itu perlu usaha dan latihan yang tekun. Liliana Natsir alias Butet memilih untuk tidak melanjutkan sekolah demi menekuni bulutangkis berbeda dengan kakaknya yang memilih sekolah dan menjadi dokter. Masalahnya adalah apakah banyak orang tekun, konsisten, dan setia pada cita-cita ataupun karir yang diinginkannya? Tidak sedikit yang berguguran dalam pelatihan dan tidak sampai mengukir prestasi karena membayangkan prestasi yang instant.

 

Saudari-saudara, pada Minggu biasa ke-21 ini kita diajak untuk melihat bagaimana Allah menghendaki semua umat yang adalah anak-anak-Nya agar sampai kepada kesempurnaan Rumah Keselamatan-Nya. “Aku datang untuk mengumpulkan semua bangsa dan semua bahasa, dan mereka itu akan datang serta melihat kemuliaan-Ku,”

Last Updated on Saturday, 20 August 2016 09:45
Read more...
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.