Agenda Paroki

S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Login Email

We have 641 guests online
Selamat Tahun Baru 2018 PDF Print

Selamat Tahun baru... Selamat memulai tahun yang baru bersama Bunda Allah...

 

BHK

 

Setelah Gereja mendapat kepenuhan sukacita dari lahirnya Sang Juru Selamat. Maka pada tanggal 1 Januari, hari pertama dalam setiap tahun, Gereja memberikan penghormatan tertinggi kepada Bunda Sang Juru Selamat dengan menjadikannya sebagai Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Untuk Maria yang sesungguhnya Bunda Putra Allah abadi, yang menjelma menjadi manusia. Sama seperti Elisabeth, yang bahkan sebelum Putra Allah dilahirkan, ia telah lebih dahulu menghormati Maria dengan menyebutnya “Bunda Tuhan-Ku” (Luk 1 : 43).

Meninggalkan tahun 2017, mungkin ada begitu banyak hal juga harapan yang belum tercapai atau bahkan tidak tercapai. Ada begitu banyak kekecewaan, kehilangan, juga waktu yang dilalui yang dirasa terbuang sia-sia. Tapi itu bukan menjadi alasan untuk kita berhenti menaruh harapan di tahun yang baru ini, tahun 2018. Juga tidak lupa untuk bersyukur. Satu hal yang menjadi kebiasaan saya setiap tahunnya, di detik pertama di tahun yang baru, saya mencoba menyediakan satu waktu untuk hening. Mengucap syukur atas segala hal baik, orang-orang baik yang boleh saya temui di sepanjang tahun yang lalu. Dan kemudian membuat harapan juga rencana-rencana baru. Dalam setiap harapan dan rencana-rencana yang kita susun di tahun yang baru, kita bisa mencoba menghadirkan Yesus dan Bunda-Nya, sama seperti peristiwa perkawinan di Kana ( Yoh 2 : 1 ). Disana Yesus melakukan mukjizat-Nya, mukjizat yang pertama atas permintaan Bunda-Nya. Permintaan Maria itu adalah bukti bahwa ia percaya kepada Putra-Nya yang adalah Allah. Namun tentunya, tidak hanya terus menerus meminta Dia hadir berkarya dalam kehidupan kita, di tahun yang baru ini sebagai orang yang percaya cobalah juga membuat niat untuk lebih sering hadir bagi Yesus. Seperti Maria pun hadir bagi Putra-Nya bahkan di dekat salib Yesus (Yoh 19 : 25 ) . Di samping Maria saat itu, berdiri juga murid yang dikasihi-Nya (Yoh 19 : 26) . Ketika Yesus berkata kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah anak-Mu” dan kepada murid-Nya: “Inilah Ibumu” (Yoh 19 : 26 – 27), disaat itulah Maria menjadi Bunda kita semua. Hadir bagi Yesus, dan berjalan bersama Bunda Maria, untuk menerima segala rahmat Allah di tahun yang baru. Karena apa yang menjadi pengharapan kita, tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya (Rat 3 : 22) .

Semoga oleh karena kesetiaan kita kepada Allah dan Bunda-Nya, kita semua mampu menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik untuk layak menerima segala rahmat Allah di tahun yang baru ini. Tuhan memberkati.

 

(Nike Tannia - Komsos BHK)

Last Updated on Friday, 05 January 2018 16:16
 


Powered by Joomla!. Designed by: moodle hosting semi dedicated server hosting Valid XHTML and CSS.